follow us

Explor Keindahan Alam Indonesia Tercinta

Perbedaan Mental Pengusaha dan Karyawan


Solusi dari PHK  ???!!! Klik Saja INI
Menjadi seorang karyawan tentu ada plus dan minus. Pernah gak sih terbayang ketika sedang asik-asiknya bekerja ternyata ada kabar kalau perusahaan tempat kita bekerja akan bubar? Apa reaksi pertama anda? Dan jika memang benar perusahaan tempat kita bekerja akan bubar dan karyawannya akan di PHK ( Pemutusan Hubunagn Kerja ) termasuk anda. Terus apa yang akan anda lakukan? Apakah berdemo, ngamuk-ngamuk dn sebagainya? 

                Hal inipun sedang terjadi pada sebagianbesar karyawan tempat saya bekerja. Mereka resah dan gelisah kalau saja ada perubahan system dan pembubaran divisi danberalih ke divisi yang baru. Saya sendiri sebagai tenaga kontrak merasa bingung, akan terdampar dimanakah saya? Tapi semua itu berbanding lurus dengan status kita sebagai karyawan tetap atau kontrak. Menjadi sebuah konsekwensi  ketika menjadi seorang tenaga buruh. Cepat atau lambat, mau tidak mau kita harus mengikuti aturan perusahaan. 

                Hanya yang sedang saya pikirkan apakah yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi itu semua? Penghasilan dari gaji sebagai karyawan suatu perusahan tempat kita bekerja selama ini sudah dipakai buat apa? Apakah sudah cukup untuk menunjang masa PHK, masa tua dan bahkan warisan buat anak keturunan? Pernahkah terpikirkan oleh kita untuk memulai menjadi seorang pengusaha? Berbagai pertanyaan diatas siap tidak siap tetap harus kita lewati, di dunia ini tidak ada yang abadi termasuk menjadi seorang karyawan kecuali perubahan itu sendiri.
Menjadi seseorang yang mandiri tentunya bukan hal yang mudah. Sebagai pengalaman pribadi semenjak keluar Sekolah Dasar saya sudah merantau, jauh dari orang tua dan keluarga. Tapi selama kita masih punya semangat dan mau bergaul dengan orang lain maka kita akan bisa tetap survive. Begitupun dengan menjadi seorang entrepreneur tentu dimulai dengan hal yang kecil. Mental karyawan tentu berbeda dengan mental seorang wira usaha/entrepreneur. Dariman kita bisa membedakan mental karyawan dengan mental entrepreneur mari kita simak dimanakha posisi anda saat ini?
Mental entrepreneur dan karyawan merupakan salah dua yang sering ditemui di dunia. Berikut perbedaan mental entrepreneur dan karyawan. anda termasuk yang mana?

1
 # Entrepreneurakan mengejar gairah dan tujuan mereka! Mereka tahu dengan persis apa yang mereka ingin lakukan dalam kehidupan.
# Karyawan hanya memiliki sedikit gairah dan dorongan untuk mencapai tujuan. Mungkin mereka punya mimpi tapi sering mereka patah arang saat berhadapan dengan orang-orang pesimis karena dianggap gila mau menukarkan kemapanan dan kenyamanan hanya untuk stres menjalani gaya hidup entrepreneur yang tidak pasti.

2
# Entrepreneur suka mengendalikan keadaan keuangan mereka dengan ketat. Mereka bekerja dengan perintah sendiri dan menentukan sendiri berapa banyak yang harus mereka dapatkan atas hasil jerih payah mereka. Mereka dengan leluasa akan bisa menentukan bayaran mereka sendiri.
# Sementara karyawan tidak bisa secara Mandiri menentukan nilai kerja keras mereka. Hal itu sedikit banyak tergantung pada atasan mereka.

3
# Entrepreneur selalu berkata “harus jadi nomor satu”! Tidak ada yang seantusias itu dalam mengucapkan tujuan mereka menjadi nomor satu.
# Para pegawai menghabiskan waktu untuk meniti karir dan bekerja keras untuk mendaki jenjang karir yang sudah pasti.

4
# Entrepreneur melakukan sesuatu yang bermanfaat! Tak hanya bagi keluarga, entrepreneur juga biasanya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum di sekitarnya. Mereka suka memberikan pengaruh positif pada orang lain.
# Karyawan biasanya mengambil apa yang telah tersedia meskipun itu bukan yang mereka inginkan.

5
# Entrepreneur bisa menghabiskan waktu mereka dengan keluarga dan orang-orang terkasih lebih banyak! Karena mereka memimpin, mereka bisa menentukan waktu untuk keluarga dengan leluasa.
# Karyawan harus terikat dengan alokasi waktu yang telah ditentukan atasannya agar bisa meluangkan waktu dengan keluarganya. Kini banyak pekerja menghabiskan waktu lebih banyak dengan  para teman kerja dibandingkan keluarganya.

6
# Entrepreneur tak segan ambil risiko! Ini penting karena tanpa keberanian ambil risiko, tidak ada dinamika dalam bisnis dan kehidupan. Risiko memang punya dua mata pisau, yang bisa melukai lawan dan kita sendiri. Entrepreneur tahu bahwa risiko ialah sebuah keharusan untuk mencapai sukses.
# Pegawai berpikir risiko hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan. Mereka lebih suka bermain aman dan bermental takut untuk kehilangan apa yang sudah mereka kumpulkan.

7
# Entrepreneur menentukan aturan main! Merekalah orang-orang yang bertanggung jawab atas usaha mereka. Mereka menentukan aturan, jam, dan jadwal mereka sendiri. Sementara karyawan mengikuti aturan yang entrepreneur buat.
# Karyawan melakukan apa yang disuruh, kapan harus dilaksanakan, dan bagaimana seharusnya pekerjaan dilakukan.

8
# Entrepreneur terus perbaiki diri! Mereka membantu orang mengubah dunia. Mereka menemukan hal-hal baru tentang diri mereka dalam setipa langkah bisnis mereka. Tiap entrepreneur memiliki sesuatu untuk diberikan pada masyarakat dan perekonomian agar menjadi lebih baik.
# Karyawan cenderung terfokus pada diri mereka sendiri dan tidak belajar atau menemukan hal baru tentang diri mereka.

9
# Entrepreneur menantang status quo! Mereka tahu untuk bisa menjadi lebih baik dan makmur dari sekarang mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukan oleh orang lain. Inilah mengapa banyak orang berpikir orang yang mendirikan usaha sendiri adalah orang gila.
# Karyawan lebih suka mengikuti orang lain. Mereka suka mengikuti arus/ tren, bahkan jika arus itu menggiring mereka ke sebuah jurang penuh karang!

10
# Entrepreneur SELALU memiliki alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Tanyakan itu pada setiap orang yang memiliki usaha. Mereka tahu alasannya. Alasan itu biasanya dibangun atas dasar emosi dan gairah. Alasan itu bisa berupa inspirasi dari seseorang.
 # Karyawan, sebaliknya, hanya tahun apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya, tanpa tahu untuk apa mereka melakukannya.

Kemudian ada pertanyaan, apakah entrepreneur bisa bermental karyawan atau sebaliknya? BISA….
Editan dan gabungan by admin ( * pengusahadunia.com )

You Might Also Like:

Contact Us

Name

Email *

Message *