-->

follow us

Explor Keindahan Alam Indonesia Tercinta

Memulai Bisnis Tanpa Keahlian dan Modal



Beberapa hari yang lalu saya menulis di twiter, “Bila Anda menganggap bahwa memulai bisnis itu harus punya keahlian/keterampilan dan modal sendiri maka mindset Anda belum mindset wirausaha.” Pernyataan tersebut mendapat beragam tanggapan. Salah satunya, “Mana mungkin bisnis gak perlu keahlian dan modal?”

Sejatinya saya memulai bisnis sejak SMP. Saya bekerja mulai jam 05.30-07.00 pagi di kebun karet sebagai buruh lepas. Setelah itu saya pergi ke pasar belanja jajanan dan makanan, kemudian saya jual di sekolah dasar negeri di kampung saya. Usai jualan baru saya berangkat ke sekolah –waktu itu saya sekolah di SMP swasta.
Ketika kuliah di IPB, saya memulai bisnis dengan cara jualan buku. Daftar harga buku saya edarkan ke berbagai kelas. Lantas saya menulis pengumuman, “Bagi yang melakukan pembayaran di muka dapat diskon 10 persen.”
Dengan cara begini banyak mahasiswa yang melakukan pembayaran di muka. Uang pembayaran inilah yang saya gunakan belanja ke bursa buku di Palasari, Bandung.  Belanjan di sana saya mendapat diskon 30 persen. Walhasil, dengan bisnis tanpa modal sendiri ini saya dapat keuntungan 20 persen. Lumayan…
Bisnis berlanjut dalam skala yang lebih besar. Awal 90-an harga komputer masih mahal dan sulit bagi mahasiswa IPB punya komputer sendiri. Saya memang tidak menguasai ilmu komputer tapi melihat prospek ini saya membuat proposal dan saya ajukan ke pemodal. Ternyata ada pemodal yang bersedia membiayai proposal saya dengan cara bagi hasil 40 : 60. Saya mendapat penghasilan dari 60 persen keuntungan bersih dan pemodal mendapat 40 persen dari keuntungan bersih.
Dalam bisnis rental komputer dan olah data ini saya merekrut teman mahasiswa saya yang ahli urusan komputer dan olah data. Hasilnya? Untuk ukuran mahasiswa sangat lumayan besar. Dalam bisnis komputer inipun saya tidak perlu ahli komputer dan punya modal sendiri. Karena keuntungannya lumayan, pemodal semakin percaya kepada saya. Setelah itu, setiap saya ajukan proposal bisnis baru selalu disetujui oleh pemodal yang bernama Farid Tadjodin ini.
Saya menikah saat masih kuliah. Untuk meringankan beban istri saya maka saya cari pembantu. Dan ternyata pembantu saya ini cukup ahli memasak dan rasanya sangat cocok di lidah saya. Maka kemudian saya punya ide untuk bisnis katering. Saya sebarkan brosur penawaran dan yang mau berlangganan harus bayar dimuka. Dalam tahap awal saya dapat 43 pelanggan. Dari uang merekalah saya memulai bisnis katering. Sekali lagi, dalam bisnis ini saya tidak ahli memasak juga tidak perlu modal sendiri.
Nah, apakah Anda masih ragu bahwa bisnis memang tidak perlu keahlian dan modal sendiri? Bila Anda masih ragu, maka dengan tegas saya katakan, “Anda memang tidak punya mental sebagai wirausaha..” Hehehehe….
Salam SuksesMulia!

You Might Also Like:

Contact Us

Name

Email *

Message *